Selasa, 24 April 2018

FLORA DAN FAUNA DI 34 PROVINSI INDONESIA

PULAU SUMATERA

1. Nangroe Aceh Darussalam


  • Flora : Bunga Cempaka
  • Fauna :Burung Murai

2. Sumatera Utara


  • Flora : Bunga Kenanga
  • Fauna : Beo Nias

3. Riau


  • Flora : Nibung
  • Fauna : Burung Tokhtor Sumatera

4. Kepulauan Riau


  • Flora : Daun Sirih
  • Fauna : Ikan Kakap Putih

5. Jambi


  • Flora : Pinang Merah
  • Fauna : Harimau Sumatera


6. Sumatera Barat


  • Flora : Pohon Andalas
  • Fauna : Kuau Besar

 7. Bengkulu


  • Flora : Suweg Raksasa/Bunga Bangkai
  • Fauna : Beruang Madu

8. Sumatera Selatan


  • Flora : Buah Duku
  • Fauna : Ikan Belida

9. Bangka-Belitung


  • Flora : Jeruk Kunci
  • Fauna : Mentilin/Tarsius Siau

10. Lampung


  • Flora : Bunga Ashar
  • Fauna : Gajah Lampung

PULAU JAWA

1. Banten


  • Flora : Kokoleceran
  • Fauna : Badak Bercula Satu

2. DKI Jakarta


  • Flora : Salak Condet
  • Fauna : Elang Bondol

3. Jawa Barat


  • Flora : Gandaria
  • Fauna : Macan Tutul

4. Jawa Tengah


  • Flora : Bunga Kantil
  • Fauna : Burung Kepondang

5. DI Jogjakarta


  • Flora : Pohon Burahol
  • Fauna : Burung Perkutut

6. Jawa Timur


  • Flora : Bunga Sedap Malam
  • Fauna : Ayam Bekisar

PULAU KALIMANTAN

1. Kalimantan Barat


  • Flora : Tengkawan Tungkul
  • Fauna : Burung Enggang Gading

2. Kalimantan Tengah


  • Flora : Tenggaring
  • Fauna : Burung Kuau Melayu

3. Kalimantan Timur


  • Flora : Anggrek Hitam
  • Fauna : Pesut Air Tawar

4. Kalimantan Selatan


  • Flora : Kasturi
  • Fauna : Kera Bekantan

5. Bali 



  • Flora : Pohon Majegau
  • Fauna : Jalak Bali

NUSA TENGGARA

1. Nusa Tenggara Barat


  • Flora : Ajan Kelicun
  • Fauna : Rusa Timor

2. Nusa Tenggara Timur


  • Flora : Cendana
  • Fauna : Komodo

PULAU SULAWESI

1. Sulawesi Selatan


  • Flora : Buah Lontar
  • Fauna : Burung Rangkong

2. Gorontalo


  • Flora : Gaupasa
  • Fauna : Ikan Bulalao

3. Sulawesi Barat


  • Flora : Cempaka Hutan Kasar
  • Fauna : Mandar Dengkur

4. Sulawesi Tengah


  • Flora : Kayu Eboni
  • Fauna : Burung Maleo

5. Sulawesi Tenggara


  • Flora : Anggrek Serat
  • Fauna : Anoa

6. Sulawesi Utara




  • Fauna : Tarsius Tersier Tandurusa
  • Flora: Langusei Ficus Minahassae


WILAYAH FLORA DAN FAUNA TIMUR TIPE AUSTRALIS

KEPULAUAN MALUKU

1. Maluku


  • Flora : Anggrek Larat
  • Fauna : Burung Nuri Raja

2. Maluku Utara


  • Flora : Cengkeh
  • Fauna : Bidadari Halmahera
PULAU PAPUA

1. Papua Barat


  • Flora : Buah Merah
  • Fauna : Cendrawasih Merah

2. Papua 

  • Flora : Matoa
  • Fauna : Cendrawasih 12 Kawat


Selasa, 03 April 2018

5 Lagu Daerah


1. Lirik Lagu Daerah Bali – PUTRI CENING AYU

Putri Cening AyuPutri cening ayu ngijeng cening jumah
Meme luas malu kapeken meblanja
Apang ada darang nasi
Putri cening ayu ngijeng cening jumah
Meme luas malu kapeken meblanja
Apang ada darang nasi
Meme tiang ngiring nongos ngijeng jumah
Sambilan mangempu ajak titiang dadua
Ditekane nyen gapgapin
Meme tiang ngiring nongos ngijeng jumah
Sambilan mangempu ajak titiang dadua
Ditekane nyen gapgapin
Putri cening ayu ngijeng cening jumah
Meme luas malu kapeken meblanja
Apang ada darang nasi
Putri cening ayu ngijeng cening jumah
Putri cening ayu ngijeng cening jumah

2. Lirik Lagu Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta – SUWE ORA JAMU

Suwe Ora Jamu
Suwe ora jamuJamu godhong telo
Suwe ora ketemuTemu pisan atine gelo
Suwe ora jamuJamu sogo thuntengSuwe ora ketemu
Temu pisan atine seneng
Suwe ora jamuamu godhong bunder
Suwe ora ketemuTemu pisan tambah pinter

3. Lirik Lagu Daerah DKI Jakarta – JALI-JALI

Jali-jaliini dia si jali-jalilagunya enak lagunya enak (2x) 
merdu sekalicapek sedikit tidak perduli sayangasalkan tuan asalkan tuan (2x) 
senang di hatipalinglah enak si mangga udangsayang disayang pohonnya tinggi pohonnya tinggi buahnya jarangpalinglah enak si orang bujang sayangkemana pergi kemana pergi tiada yang larang

4. Lirik Lagu Daerah Jawa Barat – ES LILIN

Es LilinEs lilin mah ….. 
Didorong dorongDi bantun mah ….. 
Di bantun ka Sukajadi
Abdi isin dunungan Samar kadugaSok inggis mah aduh henteu ngajadi
Es lilin mah ceuceu 
Buatan BandungDicandak mah geuning Ka CipagantiAbdi isin jungjunan Duh babaringungSok inggris mah aduh Henteu ngajadiItu saha dunungan Nu nungtun mundingDigantelan geuning Kusaputangan …Itu saha dunungan Nu ginding teuingSihoreng mah aduh Geuning jungjunan …Es lilin mah ceuceu Di kalapaan …Raosna mah geuningan Kabina – bina …Abdi alim dunungan paduduaan …Sok sieun mah dibantun kamana-mana …Kamana mah geuningan Ngaitkeun kincir …Ka kaler mah ka kaler Katojo bulan …Kamana mah dunungan Ngaitkeun pikirMoal paler duh Da ku sabulan …

5. Lirik Lagu Daerah Bengkulu – TANEAK TANAI

Taneak Tanai
Gen padeak kebaes taneak yo
Tebo umai bioa awei bediwoApi kamleak tengen ba ketikko
Galok igei ko mulang tekoTun sadie coa meding payeak
Bilai-bilai kerjo nak saweak
Mesoa ekan nak bioa jeneak
Nak tebo kerjo gi tangeak
Maro tamang maro bibik minenIte semido taneak tanai te
Jibeak musak jibeak ite majoaIte semido besamo-samo
Sidoa taneak tanai pio..
Mako coa usak ules gibel…o
Taneak ite baes kunai bel…o
Sapie kepeu piut kaung yo
Maro tamang maro bibik minenIte semido taneak tanai tejibeak musak jibeak ite majoaIte semido besamo-samoSidoba taneak tanai pio
Mako cao usak ules gibel o….
Taneak ite baes kunai bel o…
Sapie kepeu piut kaung yo
Taneak ite baes kunai bel o…
Sapie kepeu piut kaung yo
Sapie kepeu piut kaung yo

Aku CInta Indonesia



Aku terlahir di Indonesia, aku mencintaimu seperti diriku sendiri , aku berbakti bagimu walau aku tak dikenal, aku bagian terkecil dari Indonesia, darahku Indonesia dan aku terlahir dari suku yang seolah tak memiliki hak atas Indonesia.Aku mencintaimu Indonesia, tanahmu yang berlekuk-lekuk dan berbukit-bukit, bahkan anginnyapun menyapa daun-daun nyiur yang sama di tepi pantainya , bukankah itu bukti bahwa kita memiliki hak yang sama dalam sebuah perbedaan ?Aku mencintaimu Indonesia, walau di sana aku harus menangis, mengalah, bahkan aku harus diam demi sebuah kedamaian, tapi masih kulihat para tua-tua mengadu domba para pewaris negeri ini.


Aku mencintaimu Indonesia, dari setiap nyanyian alam terbang ke mana ia mau, dan ia membatu di dalam jiwa-jiwa taruna-taruna bangsa ini.Aku mencintaimu Indonesia, dimana engkau membagi-bagikan kekayaan leluhur tetapi masih banyak yang tidak sampai ke tangan-tangan yang lemah di perbatasan.Aku adalah bagian dari leluhur bangsa Indonesia, bagaiamana mungkin seekor iblis menjelma di mulut-mulut bengis, yang dengan mudah memotong-motong nadi-nadi persatuan ? sehingga aku pun harus rela kehilangan sahabat-sahabatku karena tafsiran-tafsiran yang membabi buta, aku harus melihat orang-orang disekelilingku menahan seleranya untuk sehidangan denganku.


Aku adalah bagian dari berbagai perbedaan bangsa ini,tapi aku harus kehilangan salam yang manis karena sebuah pengajaran, terpaksa aku menahan tanganku, walau aku merasa bahagia atas keberhasilan sahabatku.Dulu kami selalu bermain bersama,segelas dan sepiring makan dan minum, kami tidak merasa jijik, tapi sayang aku harus rela kehilangan sahabatku dengan bulir-bulir air mataku ,cukup sampai di sini saja persahabatanku dengannya , aku pun tidak bisa mencegah kepergiannya dariku, sebab aku cintai pilihannya, tapi cobalah kau melihat dengan hati, apakah yang telah kau ciptakan dari perbedaan ini, aku tau sahabatku pun luka, apalagi aku yang mencntai waktu bersamanya.


Kepada siapakah harus kuteriakkan, sedang kesadaran pun sudah mati dengan kenistaannya , lalu dengan apa aku harus mengembalikannya ? sedang pedang terhunus untukku , aku tidak salah atas perbedaan , sebab semua manusia diciptakan dari bahan dan cara yang sama. Tetapi ternyata peradabanlah yang telah menabur perpecahan,para tua-tua banyak tak berwibawa, mereka telah menjual kebenaran dengan ideologi yang entah datangnya dari mana. Mulut yang dulu melafalkan doa-doa dan petah, kini berganti kutuk dan sumpah serapah.seolah bangsa ini kehilangan ayah dan ibunya, berbuat semaunya tak mengingat pesan- pesan leluhurnya.


Aku tetapmencintaimu Indonesia , walau sangat menyakitkan bagiku ,maafkan aku karena aku harus diam melihat semuanya, dan  dalam doaku Cintaku padamu tak akan pudar oleh semua perbedaan bangsa ini.


Aku cinta Indonesia

Kamis, 28 Desember 2017

INDUSTRI

MASALAH LINGKUNGAN  DALAM PEMBANGUNAN  INDUSTRI

      Jika kita ingin menyelamatkan lingkungan hidup, maka perlu adanya itikad yang kuat dan kesamaan persepsi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup dapatlah diartikan sebagai usaha secara sadar untuk memelihara atau memperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan dasar kita dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya.
Memang manusia memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya, secara hayati ataupun kultural, misalnya manusia dapat menggunakan air yang tercemar dengan rekayasa teknologi (daur ulang) berupa salinisasi, bahkan produknya dapat menjadi komoditas ekonomi. Tetapi untuk mendapatkan mutu lingkungan hidup yang baik, agar dapat dimanfaatkan secara optimal maka manusia diharuskan untuk mampu memperkecil resiko kerusakan lingkungan.
Dengan demikian, pengelolaan lingkungan dilakukan bertujuan agar manusia tetap “survival”. Hakekatnya manusia telah “survival” sejak awal peradaban hingga kini, tetapi peralihan dan revolusi besar yang melanda umat manusia akibat kemajuan pembangunan, teknologi, iptek, dan industri, serta revolusi sibernitika, menghantarkan manusia untuk tetap mampu menggoreskan sejarah kehidupan, akibat relasi kemajuan yang bersinggungan dengan lingkungan hidupnya. Karena jika tidak mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul dari permasalahan lingkungan, maka kemajuan yang telah dicapai terutama berkat ke-magnitude-an teknologi akan mengancam kelangsungan hidup manusia.

1. Dampak Industri dan Teknologi terhadap Lingkungan
     Pentingnya inovasi dalam proses pembangunan ekonomi di suatu negara, dalam hal ini, pesatnya hasil penemuan baru dapat dijadikan sebagai ukuran kemajuan pembangunan ekonomi suatu bangsa.
Dari berbagai tantangan yang dihadapi dari perjalanan sejarah umat manusia, kiranya dapat ditarik selalu benang merah yang dapat digunakan sebagai pegangan mengapa manusia “survival” yaitu oleh karena teknologi.
     Teknologi memberikan kemajuan bagi industri baja, industri kapal laut, kereta api, industri mobil, yang memperkaya peradaban manusia. Teknologi juga mampu menghasilkan sulfur dioksida, karbon dioksida, CFC, dan gas-gas buangan lain yang mengancam kelangsungan hidup manusia akibat memanasnya bumi akibat efek “rumah kaca”.

2. Keracunan Bahan Logam / Metaloid pada Industrialisasi
Banyak pekerja yang dalam melakukan kegiatan pekerjaannya rentan terhadap bahaya bahan beracun. Terutama para pekerja yang bersentuhan secara langsung maupun tidak langsung dengan bahan beracun. Bahan beracun dalam industri dapat dikelompokkan dalam beberapa golongan, yaitu: (1) senyawa logam dan metalloid, (2) bahan pelarut, (3) gas beracun, (4) bahan karsinogenik, (5) pestisida.

Suatu bahan atau zat dinyatakan sebagai racun apabila zat tersebut menyebabkan efek yang merugikan pada yang menggunakannya. Hal ini dapat dilihat berdasarkan keterangan sebagai berikut. Pertama, suatu bahan atau zat, termasuk obat, dapat dikatakan sebagai racun apabila menyebabkan efek yang tidak seharusnya, misalnya pemakaian obat yang melebihi dosis yang diperbolehkan. Kedua, suatu bahan atau zat, walaupun secara ilmiah dikategorikan sebagai bahan beracun, tetapi dapat dianggap bukan racun bila konsentrasi bahan tersebut di dalam tubuh belum mencapai batas atas kemampuan manusia untuk mentoleransi. Ketiga, kerja obat yang tidak memiliki sangkut paut dengan indikasi obat yang sesungguhnya dianggap sebagai kerja racun.

Bahan atau zat beracun pada umumnya dimasukkan sebagai bahan kimia beracun, yaitu bahan kimia yang dalam jumlah kecil dapat menimbulkan keracunan pada manusia atau makhluk hidup lainnya. Pada umumnya bahan beracun, terutama yang berbentuk gas, masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan dan kemudian beredar ke seluruh tubuh atau menuju organ tubuh tertentu.

Bahan beracun tersebut dapat langsung mengganggu organ tubuh tertentu seperti hati, paru-paru dan lainnya, tetapi zat beracun tersebut juga dapat berakumulasi dalam tulang, darah, hati, ginjal atau cairan limfa dan menghasilkan efek kesehatan dalam jangka panjang. Pengeluaran zat beracun dari dalam tubuh dapat melalui urine, saluran pencernakan, sel epitel dan keringat.
Analisi Dampak Lingkungan
          Analisis Dampak Lingkungan dalam Peraturan Pemerintah NO 27 TAHUN 1999 memiliki pengertian yaitu kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan  pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia.

Analisa Dampak Lingkungan ini dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural.

Dasar hukum Analisa Dampak Lingkungan di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang “Izin Lingkungan Hidup” yang merupakan pengganti PP 27 Tahun 1999 tentang Analisa Dampak Lingkungan.

Memahami Masalah Lingkungan Dan Pencemaran Oleh Industri
Seringkali ditemukan pernyataan yang menyamakan istilah ekologi dan lingkungan hidup, karena permasalahannya yang bersamaan. Inti dari permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan makhluk hidup, khususnya manusia dengan lingkungan hidupnya. Ilmu tentang hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungan hidupnya di sebut ekologi.
Lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dengan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupannya dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.
Teknologi yang dikembangkan dalam menunjang industri di Indonesia diharapkan akan menunjukan pertumbuhan ekonomi. Struktur suatu negara dapat dilihat dari berbagai sudut tinjauan. Dalam hal ini, struktur ekonomi dapat dilihat setidak-tidaknya berdasarkan empat sudut tinjauan, yaitu :
1. Tinjauan Makro-Sektoral
2. Tinjauan keruangan
3. Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan
4. Tinjauan birokrasi pengambil keputusan
Berdasarkan tinjauan Makro-sektoral sebuah perekonomian dapat berstruktur misalnya agraris, industrial, atau niaga tergantung pada sektor produksi apa yang manjadi tulang punggung perekonomian yang bersangkutan.
Berdasarkan tinjauan keruangan, perekonomian dapat dikatakan berstruktur. Tergantung pada wilayah tersebut dan teknologinya yang mewarnai kehidupan perekonomian itu.












PERTUMBUHAN PENDUDUK INDONESIA

     Mengapa terjadi pertumbuhan penduduk? Pertumbuhan penduduk terjadi disebabkan oleh pertambahan atau pengurangan jumlah penduduk akibat adanya kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan penduduk (migrasi). Kelahiran dan kematian merupakan faktor pertumbuhan alami, adapun perpindahan penduduk merupakan faktor pertumbuhan non alami. 1) Pertumbuhan penduduk alami Pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari hasil selisih tingkat kelahiran dengan kematian dalam satu tahun disebut pertumbuhan penduduk alami. Pertumbuhannya dinyatakan dalam perseribu. Kejadian paling sederhana dapat kita lakukan dengan melakukan pengamatan penduduk di lingkungan kita. Dalam satu tahun, berapa terjadi kelahiran, dan berapa terjadi kematian? Misalkan, pada saat ini jumlah penduduk di kampungmu 1000 orang, maka dengan menghitung selisih jumlah kelahiran dan kematian maka kita akan menemukan angka pertumbuhan penduduk di kampungmu. Contoh, jumlah bayi yang lahir 40, penduduk yang meninggal dunia 20. Maka dengan menggunakan rumus di bawah ini pertumbuhan penduduk di kampung adalah 40-20 perseribu, atau 20 perseribu atau 2%. 

Tingkat pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai dan kemampuan yang dikembangkan (UU RI No. 20 Tahun 2003 Bab I, Pasal I ayat 8).
Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Jenjang pendidikan formal terdiri atas jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Sebagai persiapan untuk memasuki pendidikan dasar diselenggarakan kelompok belajar yang disebut pendidikan prasekolah. Pendidikan prasekolah belum termasuk jenjang pendidikan formal, tetapi baru merupakan kelompok sepermainan yang menjembatani anak antara kehidupannya dalam keluarga dengan sekolah.

Tingkat Pendidikan Dasar
         
Pendidikan dasar diselenggarakan untuk memberikan bekal dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat berupa pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan menengah. Oleh karena itu pendidikan dasar menyediakan kesempatan bagi seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan yang bersifat dasar yang berbentuk Sekolah Dasar (SD) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau bentuk lain yang sederajat. UU RI No. 20 Tahun 2003 menyatakan dasar dan wajib belajar pada Pasal 6 Ayat 1 bahwa, “Setiap warga negara yang berusia 7 sampai dengan 15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.

Tingkat Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah yang lamanya tiga tahun sesudah pendidikan dasar, di selenggarakan di SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) atau satuan pendidikan yang sederajat. Pendidikan menengah dalam hubungan ke bawah berfungsi sebagai lanjutan dan perluasan pendidikan dasar, dalam hubungan ke atas mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan tinggi ataupun memasuki lapangan kerja.
Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum, pendidikan menengah kejuruan, dan pendidikan menengah luar biasa, pendidikan menengah kedinasan dan pendidikan menengah keagamaan (UU No. 20 Tahun 2003 Bab VI Pasal 18 Ayat 1-3)

Tingkat Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi merupakan kelanjutan pendidikan menengah, yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut lembaga pendidikan tinggi melaksanakan misi “Tridharma” pendidikan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam ruang lingkup tanah air Indonesia sebagai kesatuan wilayah pendidikan nasional.
Pendidikan tinggi juga berfungsi sebagai jembatan antara pengembangan bangsa dan kebudayaan nasional dengan perkembangan internasional. Untuk itu dengan tujuan kepentingan nasional, pendidikan tinggi secara terbuka dan selektif mengikuti perkembangan kebudayaan yang terjadi di luar Indonesia untuk di ambil manfaatnya bagi pengembangan bangsa dan kebudayaan nasional. Untuk dapat mencapai dan kebebasan akademik, melaksanakan misinya, pada lembaga pendidikan tinggi berlaku kebebasan mimbar akademik serta otonomi keilmuan dan otonomi dalam pengolaan lembaganya.
Satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan tinggi di sebut perguruan tinggi yang dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, institut, dan universitas.
Akademi merupakan perguruan tinggi yang menyelenggaran pendidikan terapan dalam suatu cabang atau sebagian cabang ilmu pengetahuan teknologi dan kesenian tertentu.
Politeknik merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan terapan dalam sejumlah bidang pengetahuan khusus.
Sekolah tinggi ialah perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau profesional dalam satu disiplin ilmu atau bidang tertentu.
Institut ialah perguruan tinggi terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan/atau profesional dalam sekelompok disiplin ilmu yang sejenis.
Universitas ialah perguruan tinggi yang terdiri atas sejumlah fakultas yang menyelenggarakan  pendidikan akademik dan/atau profesional dalan sejumlah disiplin ilmu tertentu.
Pendidikan yang bersifat akademik dan pendidikan profesional memusatkan perhatian terutama pada usaha penerusan, pelestarian, dan pengembangan peradaban, ilmu, dan teknologi, sedangkan pendidikan yang bersifat profesional memusatkan perhatian pada usaha peradaban serta penerapan ilmu dan teknologi. Dalam rangka pengembangan diri, bangsa, dan negara.
Output pendidikan tinggi diharapkan dapat mengisi kebutuhan yang beraneka ragam dalam masyarakat. Dari segi peserta didik kenyataan menunjukkan bahwa minat dan bakat mereka beraneka ragam. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, maka perguruan tinggi di susun dalam multistrata. Suatu perguruan tinggi dapat menyelenggarakan gerakan satu strata atau lebih. Strata dimaksud terdiri dari S0 (non strata) atau program diploma, lama belajarnya 2 tahun (D2) atau tiga tahun (D3), juga program nongelar. S1 (program strata satu), lama belajarnya empat tahun, dengan gelar sarjana, S2 (Program strata dua) atau program pasca sarjana, lama belajarnya dua tahun sesudah S1, dengan gelar magister, S3 (program strata tiga atau program doctor), lama belajarnya tiga tahun sesudah S2, dengan gelar doktor.
Program diploma atau program nongelar memberi tekanan pada aspek praktis profesional sedangkan program gelar memberi tekanan pada aspek ataupun aspek akademik profesional.
Disamping program diploma dan program sarjana, pendidikan tinggi (dalam hal ini LPTK atau Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) dapat juga menyelenggarakan program Akta mengajar yaitu Akta III, Akta IV, dan Akta V. Program ini diadakan untuk melayani kebutuhan akan tenaga mengajar di satu sisi dan pada sisi yang lain untuk melindungi profesi guru (tenaga kependidikan). Dengan ini dimaksudkan bahwa seorang hanya dianggap sah memiliki  kewenangan mengajar jika memiliki sertifikat atau akta mengajar, Program Akta Mengajar merupakan program paket kependidikan sebesar 20 SKS atau untuk lama studi satu semester (6 bulan) bagi masing-masing jenjang Akta.

Kesehatan manusia adalah keperluan dasar untuk pembangunan berkelanjutan. Tanpa kesehatan, manusia tidak dapat membangun apa pun, tidak dapat menentang kemiskinan, atau melestarikan lingkungan hidupnya. Sebaliknya, pelestarian lingkungan hidup merupakan hal pokok untuk kesejahteraan manusia dan proses pembangunan. Lingkungan yang sehat menghasilkan masyarakat yang sehat, sebaliknya lingkungan yang tidak sehat menyebabkan banyak penyakit. Kemampuan manusia untuk mengubah atau memoditifikasi kualitas lingkungannya tergantung sekali pada taraf sosial budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuka hutan secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat. Sebaliknya, masyarakat yang sudah maju sosial budayanya dapat mengubah lingkungan hidup sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat ini menentukan gaya hidup tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan yang diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai dengan prilakunya tadi. Dengan demikian eratlah hubungan antara kesehatan dengan sumber daya social ekonomi. WHO menyatakan “Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan social serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”.Dalam Undang Undang No. 9 Tahun 1960 tentang Pokok- Pokok Kesehatan. Dalam Bab 1,Pasal 2 dinyatakan bahwa “Kesehatan adalah meliputi kesehatan badan (somatik),rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya deadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan”. Definisi ini memberi arti yang sangat luas pada kata kesehatan. Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapaat perhatian, karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah seperti: Peledakan penduduk, penyediaan air bersih, pengolalaan sampah,pembuangan air limbah penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat, populasi udara, abrasi pantai,penggundulan hutan dan banyak lagi permasalahan yang dapat menimbulkan satu model penyakit. Jumlah penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani masalah.pemukiman sangat penting diperhatikan. Pada saat ini pembangunan di sektor perumahan sangat berkembang, karena kebutuhan yang utama bagi masyarakat. Perumahan juga harus memenuhi syarat bagi kesehatan baik ditinjau dari segi bangungan, drainase, pengadaan air bersih, pentagonal sampah domestik uang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan ventilasi untuk pembangunan asap dapur. Indonesia saat ini mengalami transisi dapat terlihat dari perombakan struktur ekonomi menuju ekonomi industri, pertambahan jumlah penduduk, urbanisasi yang meningkatkan jumlahnya, maka berubahlah beberapa indikator kesehatan seperti penurunan angka kematian ibu, meningkatnya angka harapan hidup (63 tahun) dan status gizi. Jumlah penduduk terus bertambah, cara bercocok tanam tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Dengan kemampuan daya pikir manusia, maka manusia mulai menemukan mesin-mesin yang dapat bekerja lebih cepat dan efisiensi dari tenaga manusia.
Kelaparan adalah suatu kondisi di mana tubuh masih membutuhkan makanan, biasanya saat perut telah kosong baik dengan sengaja maupun tidak sengaja untuk waktu yang cukup lama. Kelaparan adalah bentuk ekstrem dari nafsu makan normal. Istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk kepada kondisi kekurangan gizi yang dialami sekelompok orang dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang relatif lama, biasanya karena kemiskinan, konflik politik, maupun kekeringan cuaca.
Fakta mengenai kelaparan yang terjadi di Indonesia adalah tiap hari kurang-lebih 24.000 orang meninggal karena lapar atau hal-hal yang berkenaan dengan kelaparan. Angka ini telah menurun kalau dibandingkan dengan sepuluh tahun yang lalu yang berkisar sekitar 35.000 dan 45.000 untuk dua puluh tahun yang lalu. Tiga perempat dari angka-angka kematian ini adalah anak-anak berumur dibawah lima tahun. Kini, 10% dari anak-anak di negara berkembang meninggal sebelum mereka berumur lima tahun. Angka ini menurun 28% dari lima puluh tahun yang lalu. Kelaparan dan perang menyebabkan hanya 10% kematian karena lapar, meskipun hal ini merupakan hal yang biasa kita dengar sehari-hari. Kebanyakan dari kematian karena lapar disebabkan oleh malnutrisi yang kronis akibat dari (keadaan bahwa) penderita tidak dapat mendapatkan makanan yang cukup. Hal ini disebabkan oleh kemiskinan yang sangat parah. Disamping kematian, malnutrisi juga menyebabkan kerusakan indra penglihatan, kurang semangat, kelambatan pertumbuhan badan dan meningkatnya kerawanan terhadap penyakit.