Kamis, 10 Oktober 2019


EVOLUSI ARSITEKTUR KOMPUTER

1. Pengertian Komputer

          Komputer adalah sebuah mesin hitung elektronik yang secara cepat menerima informasi masukan digital dan mengolah informasi tersebut menurut seperangkat instruksi yang tersimpan dalam komputer tersebut dan menghasilkan keluaran informasi yang dihasilkan setelah diolah. Daftar perintah tersebut dinamakan program komputer dan unit penyimpanannya adalah memori komputer.
          Kata computer secara umum pernah dipergunakan untuk mendefinisikan orang yang melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa mesin bantuan. Menurut Barnhart Concise Dictionary of Etymology, kata tersebut digunakan dalam bahasa inggris pada tahun 1646 sebagai kata untuk "orang yang menghitung", kemudian menjelang 1897 juga digunakan sebagai "alat hitung mekanis". Selama Perang Dunia II kata tersebut menunjuk kepada para pekerja wanita Amerika Serikat dan Inggris yang pekerjaannya menghitung jalan artileri perang dengan mesin hitung.

2. Struktur Komputer
          Komputer adalah sebuah sistem yang berinteraksi dengan cara tertentu dengan dunia luar. Interaksi dengan dunia luar dilakukan melalui perangkat peripheral dan saluran komunikasi. Terdapat empat struktur utama komputer, yaitu :
   a. Central Processing Unit ( CPU ), berfungsi sebagai pengontrol operasi komputer dan pusat
       pengolahan fungsi - fungsi komputer
   b. Memori utama, berfungsi sebagai tempat penyimpanan data
   c. I/O, berfungsi memindahkan data ke lingkungan luar atau perangkat lainnya
   d.System Interconnection, sistem yang menghubungkan CPU, memori utama, dan I/O

3. Fungsi Komputer
          Fungsi dasar sistem komputer adalah sederhana, pada prinsipnya terdapat empat fungsi operasi,
yaitu :
   a. Fungsi Operasi Pengolahan Data
   b. Fungsi Operasi Penyimpanan Data
   c. Fungsi Operasi Pemindahan Data
   d. Fungsi Operasi Kontrol

4. Sejarah Singkat Komputer

A. Generasi Pertama : Tabung Vakum ( 1945 - 1955 )


          ENIAC ( Electronic Numerical Integrator And Computer ), pada tahun 1946 dirancang dan dibuat oleh John Mauchly dan John Presper Eckert di Universitas Pennsylvania merupakan komputer digital elektronik untuk kebutuhan umum pertama di dunia. ENIAC dibuat di bawah lembaga Army's Ballistics Research Laboratory ( BRL ).

          ENIAC mempunyai berat 30 ton, bervolume 15.000 kaki persegi, dan berisi lebih dari 18.000 tabung vakum. Daya listrik yang dibutuhkan sebesar 140 KW. Kecepatan operasi mencapai 5.000 operasi penambahan per detik. ENIAC masih merupakan mesin desimal, representasi data bilangan dalam bentuk desimal dan aritmatiknya dibuat dalam bentuk desimal. Memorinya terdiri atas 20 akumulator, yang masing - masing akumulatornya mampu menampung 10 digit desimal. Setiap digit di presentasikan oleh cincin yang terdiri atas 10 buah tabung vakum. Kekurangan utama mesin ini adalah masil manual dalam pemrogramannya, yaitu dengan menyetel switch - switch, memasang dan menanggalkan kabel - kabelnya.

          John Van Neumann seorang ahli matematika yang merupakan konsultan pembuatan ENIAC pada tahun 1945, mencoba memperbaiki kelemahan ENIAC dengan rancangan komputer barunya, bernama EDVAC ( Electronic Discrete Variable Computer ) dengan konsep program tersimpan ( stored-program concept ). Tahun 1946 komputer dengan stored-program concept dipublikasikan, yang kemudian di kenal dengan komputer IAS ( Computer of Institute for Advanced Studies ). Struktur komputer IAS terdiri dari :
   a. Memori utama, untuk menyimpan data maupun instruksi
   b. Arithmatic Logic Unit ( ALU ), untuk mengolah data biner
   c. Control Unit, untuk melakukan interpretasi instruksi - instruksi di dalam memori sehingga adanya
      eksekusi instruksi tersebut.
   d. I/O, untuk berinteraksi dengan lingkungan luar

Komputer Komersial
          Tahun 1950 dianggap sebagai tahun kelahiran industri komputer dengan munculnya 2 buah perusahaan yang saat itu mendominasi pasar, yaitu Sperry dan IBM. Tahun 1947, Eckert dan Mauchly mendirikan Eckert-Mauchly Computer Corporation untuk memproduksi komputer secara komersial. Komputer pertama yang mereka hasilkan adalah UNIVAC I ( Universal Automatic Computer ). UNIVAC I menjadi tulang punggung perhitungan sensus tahun 1950 di USA.
          UNIVAC II yang memiliki kapasitas memori lebih besar dan kinerja yang lebih baik diluncurkan tahun 1950. Mulai saat itu perusahaan telah mengembangkan produk - produk baru yang kompatibel dengan produk sebelumnya sehingga pangsa pasar konsumen mereka tetap terjaga menggunakan produknya. IBM pun tidak mau kalah dengan mengeluarkan produk mereka yang akhirnya mendominasi pangsa pasar bisnis saat ini. Seri IBM pertama adalah seri 701 tahun 1953 dan terus berkembang menjadi lebih baik hingga sekarang.

B. Generasi Kedua : Transistor ( 1955 - 1965 )


          Sejak pesatnya teknologi semikonduktor hingga menghasilkan komponen transistor membawa perubahan besar pada dunia komputer. Komputer pada era ini tidak lagi menggunakan tabung vakum yang memerlukan daya operasional besar, tabung - tabung itu digantikan dengan komponen kecil bernama transistro. Konsumsi daya listrik amat kecil dan bentuknya pun relatif kecil.
          Transistor ditemukan di Bell Labs pada tahun 1947 dan tahun 1950 telah meluncurkan revolusi elektronika modern. IBM sebagai perusahaan pertama yang meluncurkan produk komputer dengan transistor sehingga tetap mendominasi pangsa pasar komputer. NCR dan RCA adalah perusahaan yang mengembangkan komputer berukuran kecil saat itu, kemudian diikuti IBM dengan mengeluarkan seri 7000-nya.
          Dengan adanya transistor membuat hardware komputer saat itu makin cepat prosesnya, memori semakin besar kapasitasnya, dan semakin kecil bentuknya. Generasi dua ini juga terdapat perubahan perkembangan pada ALU yang semakin kompleks, lahirnya bahasa pemrograman tingkat tinggi maupun tersedianya software sistem operasi.
          Generasi kedua juga ditandai dengan munculnya DEC ( Digital Equipment Corporation ) tahun 1957 dan meluncurkan komputer pertamanya, yaitu PDP 1. Komputer ini sangat penting bagi perkembangan komputer generasi ketiga.

IBM 7094
          Komputer ini diluncurkan tahun 1962. Kemajuan IBM 7094 adalah adanya IBR ( Instruction Backup Register ) yang berfungsi membeffer instruksi berikutnya, efeknya komputer akan lebih cepat prosesnya. Unit kontrol mengambil dua word yang berdampingan dari memori untuk sebuah pengambilan instruksi, kecuali bila terjadi percabangan. Kemajuan IBM 7094 lainnya adalah multiplexor untuk memultiplex data channel ( saluran data ). Multiplexor berfungsi sebagai sentral switch data yang akan diproses dalam CPU.

C. Generasi Ketiga : Integrated Circuit ( 1965 - 1980 )


          Pada tahun 1958 terjadi revolusi elektronika kembali, yaitu ditemukannya IC ( Integrated Circuit ) yang merupakan penggabungan komponen - komponen elektronika dalam suatu paket. Dengan ditemukannya IC ini semakin mempercepat proses komputer, kapasitas memori semakin besar, dan bentuknya semakin kecil.

IBM System/360
          Tahun 1964 dikeluarkan IBM System/360 yang telah menggunakan teknologi IC. Dalam satu dekade IBM menguasai 70% pasaran komputer. Sistem 360 merupakan kelompok komputer pertama yang terencana. Banyak model dalam arsitektur 360 ini dan saling kompatibel. Hal ini sangat menguntungkan konsumen, karena konsumen dapat menyesuaikan dengan kebutuhan maupun harganya.

DEC PDP-8
          Pada tahun yang sama saat IBM mengeluarkan System/360, DEC meluncurkan DEC PDP-8. Komputer ini memiliki keunggulan bentuknya yang kecil sehingga sangat fleksibel digunakan. PDP-8 juga memiliki varian - varian yang modelnya sama dengan IBM System/360untuk menyesuaikan kebutuhan pelanggannya. Dengan hadirnya PDP-8 ini membawa DEC sebagai perusahaan yang menyuplai komputer mini terbesar, dan membawa DEC sebagai pabrik komputer terbesar kedua setelah IBM.
          Arsitektur PDP-8 sangat berbeda dengan IBM terutama pada bagian sistem bus. Pada komputer ini menggunakan omnibus system. Sistem ini terdiri atas 96 buah lintasan sinyal yang terpisah, dan digunakan untuk membawa sinyal - sinyal kontrol, alamat, maupun data. Karena semua komponen menggunakan jalur bus ini maka penggunaannya dikontrol oleh CPU. Arsitektur bus seperti PDP-8 ini nantinya digunakan oleh komputer - komputer modern selanjutnya.

D. Generasi Keempat : Very Large Scale Integration ( 1980 - Sekarang )


          Era keempat perkembangan generasi komputer ditandai adanya VLSI. Paket VLSI dapat menampung 10.000 komponen lebih per kepingnya dengan kecepatan operasi mencapai 100 juta operasi per detiknya.
          Masa - masa ini diawali peluncuran mikroprosesor Intel seri 4004. Mikroprosesor 4004 dapat menambahkan dua bilangan 4 bit dan hanya dapat mengalikan dengan cara pengulangan penambahan. Memang masih primitif, namun mikroprosesor ini tonggak perkembangan mikroprosesor canggih saat ini. Tidak ada ukuran pasti dalam melihat mikroprosesor, namun ukuran terbaik adalah lebar bus data : jumlah bit data yang dapat dikirim dan diterima mikroprosesor.
          Tahun 1972 diperkenalkan dengan mikroprosesor 8008 yang merupakan mikroprosesor 8 bit. Mikroprosesor ini lebih kompleks instruksinya tetapi lebih cepat prosesnya dari pendahulunya. Kemudian Bells dan HP menciptakan mikroprosesor 32 bit pada 1981, sedangkan Intel baru mengeluarkan tahun 1985 dengan mikroprosesor 80386.

E. Generasi Kelima : Ultra Large Scale Integration ( Sekarang - Masa Depan )


          Komputer generasi kelima merupakan komputer yang mulai menggunakan mikroprosesor dengan teknologi ULSI. Teknologi yang memungkinkan pemadatan 10 juta komponen didalam sebuah mikroprosesor. Komputer ini mulai berkembang sejak tahun 1980 hingga saat ini. Ciri lain komputer generasi kelima adalah penggunaan Paralel Processing ( pemrosessan secara paralel ) dan Artificial Intelegence ( Kecerdasan Buatan ).
          Dengan pemrosesan secara paralel komputer akan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan pemrosesan yang sangat banyak dengan lebih cepat. Sebab menggunakan beberapa buah prosesor yang dapat bekerja bersamaan secara paralel. Untuk kecerdasan buatan pada generasi kelima ini masih dalam tahap permulaan, belum digunakan secara maksimal karna masih dalam tahap pengembangan. Contoh kecerdasan buatan yang ada saat ini misalnya face recognition yang digunakan pada kamera atau program editing foto.

IBM PC 5150
          IBM PC adalah sebutan untuk komputer buatan IBM. IBM PC 5150 merupakan komputer pribadi pertama yang dibuat secara masal oleh IBM. Diluncurkan pada 12 Agustus 1981, IBM PC 5150 dibekali prosesor 16-bit Intel 8088, power supply 63.5 W serta memori berukuran 64 KB. Media penyimpanan berupa floppy disk drive 5.25 inci dengan kapasitas 320 KB atau 360 KB. IBM PC memiliki ROM yang dilengkapi dengan interpreter bahasa Microsoft Cassete Basic. Sehingga jika tidak ada sistem operasi yang dimuat, pengguna dapat melakukan pemrograman sendiri, ROM pada IBM PC 5150 juga dilengkapi dengan fungsi POST ( Power-On Self Test ), sehingga sistem akan melakukan pengecekan terlebih dahulu pada saat booting.

5. Klasifikasi Arsitektur Komputer

A. Arsitektur Von Neumann
          Arsitektur Von Neumann adalah arsitektur yang diciptakan oleh John Von Neumann ( 1903 - 1957 ). Arsitektur ini digunakan oleh hampir semua komputer saat ini. Arsitektur Von Neumann menggambarkan komputer dengan empat bagian utama, yaitu : ALU ( Arithmatic Logic Unit ), CU ( Control Unit ), I/O ( Input/Output ). Bagian ini dihubungkan olehberkas kawat, "bus".



B. Arsitektur RISC
          RISC ( Reduced Instruction Set Computer ) merupakan bagian dari arsitektur mikroprosesor, berbentuk kecil dan berfungsi untuk ngeset instruksi dalam komunikasi diantara arsitektur yang lainnya. RISC atau "komputasi set instruksi yang disederhanakan" pertama kali digagas oleh John Cocke, peneliti dari IBM di Yorktown, New York pada tahun 1974 saat ia membuktikan bahwa sekitar 20% instruksi pada sebuah prosesor ternyata menangani sekitar 80% dari keseluruhan kerjanya. Komputer pertama yang menggunakan konsep RISC ini adalah IBM PC/XT pada era 1980-an. Istilah RISC sendiri pertama kali dipopulerkan oleh David Patterson, pengajar di University of California di Berkely.



C. Arsitektur CISC
          CISC ( Complex Instruction Set Computer ) adalah sebuah arsitektur dari set instruksi dimana setiap instruksi akan menjalankan beberapa operasi tingkat rendah, seperti pengambilam dari memori, operasi arimatika, dan penyimpanan ke dalam memori, semua nya sekaligus hanya di dalam sebuah instruksi. Karakteristik CISC dapat dikatakan sangat bertolak-belakang dengan RISC
          Sebelum proses RISC di desain untuk pertama kalinya, banyak arsitek komputer mencoba menjembatani celah "semantik", yaitu bagaimana cara untuk membuat set - set instruksi untuk mempermudah pemrograman level tinggi dengan menyediakan instruksi "level tinggi" seperti pemanggilan procedure, proses pengulangan, dan mode - mode pengalamatan kompleks sehingga struktur data dan akses array dapat dikombinasikan dengan sebuah instruksi.
          Karakteristik CISC yang sarat informasi ini memberikan keuntungan dimana ukuran program - program yang dihasilkan akan menjadi relatif lebih kecil, dan penggunaan memori akan semakin berkurang.
          Istilah RISC dan CISC saat ini kurang dikenal, setelah melihat perkembangan lebih lanjut dari desain dan implementasi baik CISC dan RISC. Implemetasi CISC paralel untuk pertama kalinya, seperti 486 dari Intel, AMD, Cyrix, dan IBM telah mendukung setiap instruksi yang digunakan oleh prosesor - prosesor sebelumnya, meskipun efisiensi tertingginya hanya saat digunakan pada subset X86 yang sederhana.
          Prosesor - prosesor modern X86 telah menyandikan dan membagi lebih banyak lagi instruksi - instruksi kompleks menjadi beberapa "Operasi-Mikro" internal yang lebih kecil, sehingga instruksi - instruksi tersebut dapat dilakukan secara paralel, dan tercapainya performa tinggi pada subset instruksi yang lebih besar.



D. Arsitektur Harvard
          Arsitektur harvard menggunakan memori terpisah untuk program dan data dengan alamat dan bus data yang berdiri sendiri. Karena dua perbedaan aliran data dan alamat, maka tidak diperlukan multiplexing alamat dan bus data. Arsitektur ini tidak hanya didukung dengan bus paralel untuk alamat dan data, tetapi juga menyediakan organisasi internal yang berbeda sedemikian rupa instruksi dapat diambil dan dikodekan.
          Hal ini memungkinkan pengoptimalan bus data dan bus alamat dalam pengeksekusian instruksi yang cepat diambil dan dikodekan ketika berbagai data sedang diambil dan dioperasikan. Sebagai contoh, mikrokontroler Intel keluarga MCS-51 menggunakan arsitektur Harvard karena ada perbedaan kapasitas memori untuk program dan data, dan bus terpisah ( internal ) untuk alamat dan data. Begitu juga dengan keluarga PIC dari Microchip yang menggunakan arsitektur harvard.



E. Arsitektur Blue Gene
          Blue Gene adalah sebuah arsitektur komputer yang dirancang untuk menciptakan beberapa superkomputer generasi berikut, yang dirancang untuk mencapai kecepatan operasi petaflop ( 1 peta = 10 pangkat 15 ), dan pada 2005 telah mencapai kecepatan lebih dari 100 teraflop ( 1 tera = 10 pangkat 12 ). Blue gene merupakan proyek antara Departemen Energi Amerika Serikat, industri, dan kalangan akademi. Ada lima projek Blue Gene dalam pengembangan saat ini, di antaranya adalah Blue Gene/L, Blue Gene/C, dan Blue Gene/P
          Komputer pertama dalam seri Blue Gene. Blue Gene/L dikembangkan melalui sebuah "partnership" dengan Lawrence Livermore National Laboratory menghabiskan biaya AS $100juta dan direncanakan dapat mencapai kecepatan ratusan TFLOPS, dengan kecepatan puncak teoritis 360 TFLOPS. Ini hampir sepuluh kali lebih cepat dari Earth Simulator, superkomputer tercepat di dunia sebelum Blue Gene.





ETIKA MENULIS DI INTERNET

Dalam bahasa Yunani Kuno adalah “ethikos“, yang berarti “timbul dari kebiasaan” adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar,salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.

Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.

Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.

Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Etika didalam penulisan lebih terarah kepada etika yang bersifat filosofis, berikut ini definisi mengenai etika Filosofis.

Dalam menulis di internet ada beberapa hal yang penting dalam penulisan, selain tujuan dari penulisan ada aspek lain yang perlu diperhatikan karena jika kita salah menulis kita dapat dijerat hukum. Undang undang yang mengatur tentang penulisan di internet diatur dalam UU ITE, UU Pers dan KUHP yang apabila terbukti melanggar hukum kita dapat dijerat.

Pada penulisan ini penulis akan meberikan penjelasan mengenai etika menulis di internet agar kita terhindar dari Undang – undang yang menjerat. Berikut adalah penjelasannya :

1. Tidak ada Unsur Sara.
Dalam melakukan penulisan di internet /posting sebaiknya tidak mengandung unsur SARA yang dapat mengakibatkan suatu suku, golongan, ras, agama ataupun bangsa lain tersinggung. Selain itu kita juga dapat dijerat dengan hukum cyber yang berlaku.

2. Menggunakan kata – kata bijak.
Pergunakanlah kata – kata bijak dalam memposting suatu tulisan di internet, karena bisa membuat seseorang tersinggung dan mengakibatkan kita terjerat dalam hukum.

3. Bukan hasil dari Plagiat.
Sebaiknya jika kita hendak membuat tulisan / posting usahakan jangan menjiplak karya seseorang 100%, karena kita bisa disebut Plagiat sehingga dapat mengakibatkan kita terjerat dalam masalah hukum.

4. Menggunakan kalimat yang mudah di pahami.
Kalimat yang baik mempengaruhi kualitas dari sebuah tulisan (postingan), semakin baik kalimat yang kita gunakan semakin baik pula sebuah tulisan karena mudah dapat dipahami. Karena dalam kita menulis kita membuat tulisan bukan hanya untuk kita sendiri tapi untuk orang banyak.

5. Tulisan tersebut dapat dibuktikan keasliannya / kejujurannya (berupa fakta )
Keaslian / kejujuran dalam suatu tulisan haruslah terbukti kebenarannya, jika tidak kita dapat membuat tulisan palsu atau hanya mengada – ada.

6. Bermanfaat bagi yang membaca
Tulisan yang kita muat di internet sebaiknya bermanfaat bagi yang membaca, dengan begitu setiap tulisan yang kita tulis akan memberikan wawasan serta edukasi tambahan bagi pembaca.
Bagaimana caranya agar tidak terjadi hal-hal tersebut, yaitu:
  • Sebelum menulis alngkah baiknya jika kita memikirkan hal-hal positif terhadap apa yang akan kita tuliskan.
  • Hindari sejauh mungkin tulisan yang menyinggung  dan merugikan orang lain dan pihak-pihak ataupun organisasi lain.
  • Sebagai masyarakat yang baik gunakanlah kata-kata yang baik, sopan, dan mudah di mengerti oleh para pembaca.
  • Sebagai bangsa yang cinta damai dan memiliki berbagai macam perbedaan. Kita harus menghindari tulisan yang mengandung unsur-unsur SARA dan  mengadu domba.
  • Kita juga harus menghindari pikiran-pikiran meniru tulisan-tulisan milik orang lain dalam dunia maya.
  • Dan yang paling terpenting hargailah karya orang lain.
Karena itulah, etika sangat di perlukan jika kita ingin menulis yang baik dan bermanfaat bagi kita dan orang lain. Gunakanlah bahasa yang baik dan sopan serta gunakanlah etika jika kita ingin menulis di internet dan hargailah karya orang lain.



Jumat, 19 April 2019

INDUSTRIAL REVOLUTION


The Four Industrial Revolutions

The Industrial Revolution was a period of major industrialization and innovation that took place during the late 1700s and early 1800s. The Industrial Revolution began in Great Britain and quickly spread throughout the world. The American Industrial Revolution commonly referred to as the second Industrial Revolution, started sometime between 1820 and 1870. This time period saw the mechanization of agriculture and textile manufacturing as well as a revolution in power, including steamships and railroads, that affected social, cultural, and economic conditions.
Although the Industrial Revolution occurred approximately 200 years ago, it is a period in time that left a profound impact on how people lived and the way businesses operated. Arguably, the factory systems developed during the Industrial Revolution are responsible for the creation of capitalism and the modern cities of today. Prior to the revolution, most Americans earned a living farming, and with the advance of factories, people began working for companies located in urban areas for the first time. Although the wages were low and conditions were often harsh, working for businesses paid a better living than farming.
The Industrial Revolution marks a major turning point in history; almost every aspect of daily life was influenced in some way. In particular, average income and population began to exhibit unprecedented sustained growth. Some economists say that the major impact of the Industrial Revolution was that the standard of living for the general population began to increase consistently for the first time in history, although others have said that it did not begin to meaningfully improve until the late 19th and 20th centuries.

The precise start and end of the Industrial Revolution is still debated among historians, as is the pace of economic and social changes. Eric Hobsbawm held that the Industrial Revolution began in Britain in the 1780s and was not fully felt until the 1830s or 1840s, while T.S. Ashton held that it occurred roughly between 1760 and 1830. Rapid industrialization first began in Britain, starting with mechanized spinning in the 1780s, with high rates of growth in steam power and iron production occurring after 1800. Mechanized textile production spread from Great Britain to continental Europe and the United States in the early 19th century, with important centres of textiles, iron and coal emerging in Belgium and the United States and later textiles in France.

An economic recession occurred from the late 1830s to the early 1840s when the adoption of the original innovations of the Industrial Revolution, such as mechanized spinning and weaving, slowed and their markets matured. Innovations developed late in the period, such as the increasing adoption of locomotives, steamboats and steamships, hot blast iron smelting and new technologies, such as the electrical telegraph, widely introduced in the 1840s and 1850s, were not powerful enough to drive high rates of growth. Rapid economic growth began to occur after 1870, springing from a new group of innovations in what has been called the Second Industrial Revolution. These new innovations included new steel making processes, mass-production, assembly lines, electrical grid systems, the large-scale manufacture of machine tools and the use of increasingly advanced machinery in steam-powered factories.

Meet the Three Industrial Revolutions
·         The First Industrial Revolution: The Age of Mechanical Production
As it turns out, when you heat up water, you get steam. And beginning around 1760, through the advent of the steam engine, steam was powering everything from agriculture to textile manufacturing.

Society used to be largely agrarian, which is a fancy way of saying that life used to be centered around farming. But with steam power, those agrarian societies gave way to urbanization. The world began to rely on steam power and machine tools, while steamships and railroads revolutionized how people got from A to B. And what emerged as the new center of community life? The factory.


But factory life was difficult. Unskilled factory laborers were cheap and plentiful. They were made to work long hours, often in unsafe conditions. Even children worked in factories, putting in 14-hour shifts alongside adults. Such conditions endured into the 20th century.

Ultimately, advancing industrialization created a middle class of skilled workers. Cities and industries grew more quickly than ever before, and economies grew along with them.

·         The Second Industrial Revolution: The Age of Science and Mass Production
Things started to speed up with a number of key inventions. Think gasoline engines, airplanes, chemical fertilizer. All inventions that helped us go faster and do more.

That’s science, folks. It works.

But advancements in science weren’t limited to the laboratory. Scientific principles were brought right into the factories. Most notably, the assembly line, which effectively powered mass production. By the early part of the 20th century, Henry Ford’s company was mass producing the groundbreaking Ford Model T, a car with a gasoline engine built on an assembly line in his factories.


People follow the jobs, and the early 1900s saw workers leaving their rural homes behind to move to urban areas and factory jobs. By 1900, 40% of the US population lived in cities, compared to just 6% in 1800. Along with increasing urbanization, inventions such as electric lighting, radio, and telephones transformed the way people lived and communicated.

When you stop and think about it, it was this industrial revolution, the second one, that ushered in the modern world.


·         The Third Industrial Revolution: The Digital Revolution
So, if you’re reading this, you’re experiencing some of the wonders of the digital revolution right now. You’re enjoying the cloud, the Internet, and some kind of handy device that lets you access both. You can even be reading this on your phone.

Hello there. Welcome to the digital revolution.

Beginning in the 1950s, the third industrial revolution brought semiconductors, mainframe computing, personal computing, and the Internet—the digital revolution. Things that used to be analog moved to digital technologies, like an old television you used to tune in with an antenna (analog) being replaced by an Internet-connected tablet that lets you stream movies (digital).

The move from analog electronic and mechanical devices to pervasive digital technology dramatically disrupted industries, especially global communications and energy. Electronics and information technology began to automate production and take supply chains global.


·         The Fourth Industrial Revolution: Starting Now!
Each of these first three industrial revolutions represented profound change. We’re talking major societal transformation. Life went from being all about the farm to all about the factory, and people moved from the country into town with the introduction of mechanical production. How people lived and worked fundamentally changed with the discovery of electricity and mass production. And most recently, the digital revolution altered nearly every industry, once again transforming how people live, work, and communicate.

So where are we now? Well, at this moment, many of the technologies people dreamed of in the 1950s and 60s have become a reality. Maybe we don’t have flying cars yet, but we’ve got robots! Plus there’s genetic sequencing and editing, artificial intelligence, miniaturized sensors, and 3D printing, to name a few. And when you put some of these technologies together, well, let’s just say the innovations are unexpected and surprising.

IMPACT INDUSTIRAL REVOLITUION HAD ON SOCIETY
          Effects of the industrial revolution were primarily bad. It had numerous ill affects on the society.
Firstly there were cases of abuse of children and women and it was considered a new norm for factory owners.
Factory owners were happy to employ children as they were too small to resist anything they were asked of.
Factory owners can deter them by beating if they show some sign of resistance. Also because they were physically small it was easy to employ them to work with machines as their small hands can go to the smallest of the cavity of machines. They were made to work for 18 hours a day which took their entire childhood away from them.
The unprecedented economical growth made capitalism flourish. There were little or no government regulations against factory owners and they were free to pursue any path which took them to profit.
Because people were made to work 18 hours a day therefore workers had very little or no time to share some moments with family. This lead to the breakdown of family units. Because of this children received very little education, had poor cultural and moral values, had poor growth, and were sickly.
Living conditions of workers were pathetic, they were living in slums with no sanitation facilities.

How Is the Fourth Different from the Third Industrial Revolution?
According to Schwab, there are three key factors which differentiate between the two:
·         Velocity
·         Breadth and depth
·         Systems impact

Velocity
The world is more connected than ever before, and this revolution is transforming the world far more quickly than the first three did.

Breadth and Depth
Salesforce CEO Marc Benioff observes, “The convergence of digital technologies with breakthroughs in materials science and biology means that we are seeing the emergence of entirely new ways in which to live. In both subtle and explicit ways, technology is also changing what it means to be human.”

Systems Impact
Fourth Industrial Revolution advances are so sophisticated and interconnected that they’re transforming major systems (politics and the economy, for example) as well as entire countries and societies.

SOURCE


Jumat, 12 April 2019

PLAGIARISME


PLAGIARISME

Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Ruang Lingkup Plagiarisme

Berdasarkan beberapa definisi plagiarisme di atas, berikut ini diuraikan ruang lingkup plagiarisme:
1.     Mengutip kata-kata atau kalimat orang lain tanpa menggunakan tanda kutip dan tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
2.     Menggunakan gagasan, pandangan atau teori orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
3.     Menggunakan fakta (data, informasi) milik orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
4.     Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri.
5.     Melakukan parafrase (mengubah kalimat orang lain ke dalam susunan kalimat sendiri tanpa mengubah idenya) tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
6.     Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan /atau telah dipublikasikan oleh pihak lain seolah-olah sebagai karya sendiri.

Tipe Plagiarisme
Menurut Soelistyo (2011) ada beberapa tipe plagiarisme:
1.     Plagiarisme Kata demi Kata (Word for word Plagiarism). Penulis menggunakan kata-kata penulis lain (persis) tanpa menyebutkan sumbernya.
2.     Plagiarisme atas sumber (Plagiarism of Source). Penulis menggunakan gagasan orang lain tanpa memberikan pengakuan yang cukup (tanpa menyebutkan sumbernya secara jelas).
3.     Plagiarisme Kepengarangan (Plagiarism of Authorship). Penulis mengakui sebagai pengarang karya tulis karya orang lain.
4.     Self Plagiarism. Termasuk dalam tipe ini adalah penulis mempublikasikan satu artikel pada lebih dari satu redaksi publikasi. Dan mendaur ulang karya tulis/ karya ilmiah. Yang penting dalam self plagiarism adalah bahwa ketika mengambil karya sendiri, maka ciptaan karya baru yang dihasilkan harus memiliki perubahan yang berarti. Artinya Karya lama merupakan bagian kecil dari karya baru yang dihasilkan. Sehingga pembaca akan memperoleh hal baru, yang benar-benar penulis tuangkan pada karya tulis yang menggunakan karya lama.

Mengapa Plagiarisme Terjadi

Beberapa tindakan plagiat terjadi di sekitar kita. Tentu saja hal ini cukup menjadi perhatian kita semua, sehingga menjadi sangat penting bagi kita untuk mengantisipasi tindakan ini. Tindakan plagiat akan mencoreng dan memburamkan dunia akademis kita dan tidak berlebihan jika plagiarisme dikatakan sebagai kejahatan intelektual. Ada beberapa alasan pemicu atau faktor pendorong terjadinya tindakan plagiat yaitu:
1.     Terbatasnya waktu untuk menyelesaikan sebuah karya ilmiah yang menjadi beban tanggungjawabnya. Sehingga terdorong untuk copy-paste atas karya orang lain.
2.     Rendahnya minat baca dan minat melakukan analisis terhadap sumber referensi yang dimiliki.
3.     Kurangnya pemahaman tentang kapan dan bagaimana harus melakukan kutipan.
4.     Kurangnya perhatian dari guru ataupun dosen terhadap persoalan plagiarisme.


Menghindari Tindakan Plagiarisme

Beberapa upaya telah dilakukan institusi perguruan tinggi untuk menghindarikan masyarakat akademisnya, dari tindakan plagiarisme, sengaja maupun tidak sengaja. Berikut ini, pencegahan dan berbagai bentuk pengawasan yang dilakukan antara lain (Permen Diknas No. 17 Tahun 2010 Pasal 7):
1.     Karya mahasiswa (skripsi, tesis dan disertasi) dilampiri dengan surat pernyataan dari yang bersangkutan, yang menyatakan bahwa karya ilmiah tersebut tidak mengandung unsur plagiat.
2.     Pimpinan Perguruan Tinggi berkewajiban mengunggah semua karya ilmiah yang dihasilkan di lingkungan perguruan tingginya, seperti portal Garuda atau portal lain yang ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi.
3.     Sosialisasi terkait dengan UU Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 dan Permendiknas No. 17 Tahun 2010 kepada seluruh masyarakat akademis.
Selain bentuk pencegahan yang telah disebutkan di atas, sebagaimana ditulis dalam http://writing.mit.edu/wcc/avoidingplagiarism, ada langkah yang harus diperhatikan untuk mencegah atau menghindarkan kita dari plagiarisme, yaitu melakukan pengutipan dan/atau melakukan paraphrase.
1.     Pengutipan
1.     Menggunakan dua tanda kutip, jika mengambil langsung satu kalimat, dengan menyebutkan sumbernya.
2.     Menuliskan daftar pustaka, atas karya yang dirujuk, dengan baik dan benar. Yang dimaksud adalah sesuai panduan yang ditetapkan masing-masing institusi dalam penulisan daftar pustaka.
2.     Paraphrase
1.     Melakukan parafrase dengan tetap menyebutkan sumbernya. Parafrase adalah mengungkapkan ide/gagasan orang lain dengan menggunakan kata-kata sendiri, tanpa merubah maksud atau makna ide/gagasan dengan tetap menyebutkan sumbernya.

Sanksi Plagiarisme

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 mengatur sanksi bagi orang yang melakukan plagiat, khususnya yang terjadi dilingkungan akademik. Sanksi tersebut adalah sebagai berikut (Pasal 70):
Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 Ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).
Peraturan Menteri Nomor 17 Tahun 2010 telah mengatur sanksi bagi mahasiswa yang melakukan tindakan plagiat. Jika terbukti melakukan plagiasi maka seorang mahasiswa akan memperoleh sanksi sebagai berikut:
1.     Teguran
2.     Peringatan tertulis
3.     Penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa
4.     Pembatalan nilai
5.     Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
6.     Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
7.    Pembatalan ijazah apabila telah lulus dari proses pendidikan.